Jumat, 10 Januari 2014

Manfaat Mempelajari Pemrograman dalam Kehidupan Nyata

Apakah Anda seorang programmer? Ataukah Anda ingin menjadi seorang programmer? Jika tidak, pasti Anda akan berpikir tidak akan ada gunanya Anda belajar pemrograman. Banyak orang berasumsi bahwa pemrograman hanya berada pada batas dunia maya saja dan tidak memiliki dampak yang berarti pada dunia nyata, namun sebenarnya mempelajari pemrograman memiliki banyak manfaat dalam kehidupan nyata.

Berikut ini adalah manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mempelajari pemrograman :

1. Melatih Logika dan Berpikir Kritis
Inti dari mempelajari pemrograman adalah mempelajari cara memecahkan suatu masalah. Hal ini adalah yang paling utama dalam pemrograman. Ketika mempelajari pemrograman, Anda akan sering dipertemukan dengan masalah-masalah yang rumit, dan bukan hanya Anda harus menyelesaikan masalah tersebut, namun Anda harus menyelesaikannya dengan cara yang paling efektif dan efisien. Seseorang yang hanya bisa menguasai bahasa pemrograman, namun tidak memiliki logika yang bagus, dapat dipastikan akan banyak melakukan kesalahan dalam menulis programnya.

Ketika Anda baru memulai program, desain adalah tantangan nyata. Mengetahui bagaimana untuk berpikir tentang bagaimana program Anda akan berjalan sangatlah penting. Desain program adalah tentang bagaimana cara membuat segalanya lebih mudah bagi masa depan Anda. Desain program yang buruk membuat program anda tidak fleksibel untuk perubahan masa depan, atau tidak mungkin untuk memahami program Anda setelah Anda menulis program tersebut. Seringkali desain yang buruk mengekspos terlalu banyak rincian tentang bagaimana sesuatu diimplementasikan, sehingga setiap bagian dari program harus mengetahui semua rincian setiap bagian lain dari program.

Hal ini dapat berpengaruh dalam kehidupan nyata. Jika semua hal-hal di atas sudah membuat Anda frustasi, bagaimana Anda dapat menghadapi masalah-masalah yang sering datang dalam kehidupan nyata?

2. Membiasakan Berpikiran Terbuka
Ketika Anda menulis sebuah program, Anda membuat asumsi bahwa masing-masing bagian akan bekerja seperti yang diharapkan. Namun terkadang akan terjadi kesalahan dalam program yang disebut dengan bug. Disitulah Anda melakukan debugging.

Debugging adalah proses meninjau kembali asumsi-asumsi Anda. Bug Anda akan dapat diperbaiki ketika Anda menemukan asumsi yang salah. Tetapi untuk menemukannya, Anda harus bisa berpikiran terbuka untuk mengakui bahwa salah satu dari asumsi Anda bisa saja salah. Dan segera setelah Anda mengatakan kepada diri sendiri "tidak mungkin saya salah", maka Anda berada di titik di mana Anda telah menempatkan terlalu banyak kepercayaan pada asumsi-asumsi Anda.

Komputer akan memberitahu Anda ketika asumsi Anda salah. Namun tidak demikian dengan kehidupan nyata. Bahkan ketika komputer telah memberitahu Anda bahwa ada yang salah dalam baris-baris kode yang Anda tulis dan Anda tidak dapat menemukan kesalahan tersebut, Anda akan mengira bahwa Anda asumsi Anda benar dan menyalahkan komputer. 

Komputer tidak bertindak sendiri. Komputer bertindak sesuai dengan perintah yang Anda berikan. Namun tidak demikian dengan orang-orang di dunia nyata. Mereka bertindak secara tidak terduga. Bayangkan betapa berbahayanya ketika Anda tetap bersikeras membenarkan asumsi Anda dalam kehidupan nyata ketika tidak ada yang memberitahu Anda sebaliknya.

3. Melatih Hidup Teratur
Ketika Anda memberikan instruksi kepada komputer, komputer melakukan persis, dan hanya apa yang Anda katakan.  Komputer tidak mengerti maksud implisit. Tingkat detail yang tinggi sangat diperlukan untuk dapat mencermati setiap langkah dari setiap baris-baris kode yang Anda tulis. Anda diharuskan berpikir melalui setiap langkah dari proses, memastikan bahwa tidak ada langkah-langkah yang hilang atau ada langkah yang tidak pada tempatnya. Jika Anda menghapus satu langkah saja dari baris kode Anda atau ketika Anda menempatkan langkah tersebut di baris kode lain, maka program Anda tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan Anda, atau bahkan gagal sama sekali.

Begitu pula dengan kehidupan nyata. Misalnya ketika Anda membuat laporan atau makalah. Dalam sebuah makalah pasti ada pendahuluan, isi, dan penutup. Penyampaiannya harus secara berurutan. Apabila ada yang hilang atau tidak pada tempatnya maka makalah Anda akan menjadi berantakan. Dalam semua aspek kehidupan nyata, suatu pekerjaan harus dilakukan secara teratur. Jika tidak, maka pekerjaan apapun akan menjadi kacau.

4. Melatih Kesabaran
Ketika Anda melakukan kesalahan dalam menulis sebuah program, anda harus melakukan debugging. Debugging adalah keterampilan penting, tetapi kebanyakan orang tidak dilahirkan dengan penguasaan itu. Debugging sulit karena beberapa alasan. Yang pertama adalah rasa frustasi. Ketika Anda menulis kode dan tidak bekerja, meskipun Anda cukup yakin seharusnya dapat bekerja. Kedua, dapat membosankan, debugging sering membutuhkan banyak upaya untuk mempersempit kemungkinan kesalahan, dan sampai Anda latihan, akan sulit untuk secara efisien mempersempit kemungkinan kesalahan yang dapat terjadi. 

 Proses debugging benar-benar menguji kesabaran Anda, karena menemukan kesalahan pada sebuah program sederhana yang berisi kode berjumlah dibawah seratus baris sudah termasuk sulit. Apalagi ketika Anda membuat program berisi kode berjumlah ribuan baris atau lebih. Pasti Akan membuat frustasi. Dan ketika Anda menemukan bahwa kesalahan tersebut disebabkan karena kesalahan yang sangat kecil dan konyol, bayangkan betapa kesalnya Anda. 



Nama               : Muhammad Bangun Agung
NIM                   : 202136575862733
Nama Dosen    : Onno W. Purbo
Prodi                : Human Computer Interaction
Universitas      : Surya University